Mimpiku: Institute of Road Engineering-Data Center (IRED)

Leave a comment

Dengan restu bumi dan kuasa-Nya, infrastruktur Data Center Pusjatan (IRED) telah selesai dibangun. IRED ini dibangun atas dasar-dasar sebuah mimpi pada tahun 2005. Butuh proses 6 tahun agar infrastrukturnya terbangun dengan melewati berbagai tantangan teknis, non teknis, dan kendala penganggaran.

So what next? what the next dreams? Kembali ke dasar dibentuknya Pusjatan-Puslitbang Jalan dan Jembatan (Institute of Road Engineering), dimana proses penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan merupakan tugas dan fungsinya; mimpi itu harus di realisasikan kembali. Saya bermimpi, IRED akan menampung seluruh data jalan dan permasalahannya.

Betapa nikmatnya jika proses penelitian berdasarkan dari masalah yang ada. IRED bisa menampung data-data dari Direktorat Jenderal Binamarga, Balai dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang terletak di kota-kota strategis seperi Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Denpasar, dan Jayapura. Data-data jalan dan jembatan, apapun itu datanya; IRED akan menampung tanpa batasan ruang dan waktu dengan prosedur yang mudah tidak berbelit. Aplikasi-aplikasi yang berperan sebagai pengumpul data untuk disimpan di IRED akan mengikuti gayanya Steve Jobs–simple but detail–..

IRED juga mendukung data jalan dan jembatan dari masyarakat langsung dengan menyiapkan aplikasi keluhan tentang jalan dan jembatan melalui gadget-gadget yang memiliki GPS. Sehingga, posisi keluhan dapat langsung diketahui.

IRED juga akan berkolaborasi dengan POLRI dalam mengumpulkan data-data kecelakaan jalan dengan referensi spasial, terkadang pengemudi sering disalahkan akibat terjadinya kecelakaan, namun terdapat kemungkinan ada kesalahan dalam desain jalan dan jembatan sehingga terjadinya kecelakaan.

Untuk mendukung kualitas pengaturan sistem dan manajemen kantor Pusjatan-IRE, IRED menyediakan infrastruktur yang cukup mumpuni seperti teleconference, e-book tentang jalan dan jembatan, dashboard application untuk para eksekutif, sehingga pengambilan keputusan untuk para pimpinan dapat berjalan dengan cepat dan solving a problem not creating a new problem.

Mudah2an mimpi ini kembali menjadi kenyataan, butuh sekali doa dan dukungan dari rekan-rekan pembaca sekalian.

Nazib Faizal

Restu Bumi

Leave a comment

30 December 2011-Balai Geoteknik Jalan- Mr. Elan Kadar's Room
Restu Bumi-Dewa 19
Sewangi...Bunga mawar tubuhmu
Menghampar di permadani
Mengetuk hasrat 'tuk menjamah
Surgamu...

Kilaumu...Bagaikan mutiara
Menghiasi muka bumi
Warnamu yang kujilati
Sendiri..

Kuyakinkan restu bumi
Bangunkan jiwaku
Basuhi raga kita
Restu bumi leburkan hati
Sucikan dari debu dunia

Kuraba...Jiwamu yang bersahabat
Kedipkan suasana hati
Seiring sepi menjepit
Sukmamu

Seorang...Bijak 'kan memahami
Cinta bukan dicari, diraih
Cintapun hadir sendiri

Buy something with your people money: Value engineering approach

Leave a comment

Buy something with your people money? Yes, it is routine for government official. Maintenance, car, tools, software, hardware, paper, computer, and etc. As government official, I have a right to use people money to buy something regarding to our program.

What are our program? Basically, in every country, the government program is to increase prosperity of the citizens. The strategy of government is to develop economy in every sector.

One of the sector is infrastructure. Everybody knows that infrastructure can triggers economy development. Road, airport, dam, mall, buildings, and etc always attract a new job.

To support developing infrastructure program, we need to buy something. For example : in accordance with our research program, sometimes we need to buy tools to support us such as computer and hardware.

Before we buy tools, we have to count appraisal of those tools. Appraisals are based on level of value.  Approaching the tools can use by value engineering method. Here is the illustration:

We want to buy car. The price is Rp. 500 Million.  Total of maintenance in 5 years will take Rp. 70 M.  Thus, in other ways, we buy a car with Rp. 570 Million. After 5 year, the price of the car is around Rp 200 Million. Thus, actually we will spend Rp. 370M

and then comparing with other ways to get function of the car.

Function Phase:

Function of the car is to deliver official and stuffs regarding to program.

Creativity phase:

1. Buy a car

2. Rent a car

Evaluation phase:

1. Buy a car : need Rp. 370 Million

2. Rent a car : Rp. 5 Million/month, Rp. 60 million/years, Rp. 300 million/5 years

Development phase

1. Buy a car: have to take insurance, need procedure of maintenance

2. Rent a car: no need to take insurance, maintenance is from vendor, the car is “always new”

MONEY: distinction is Rp. 70 Million

DECISION

The decision is depend on the quality of manager. If he focus on effectiveness , he will rent the car.

Every year, more than 500 car is buy for government purpose. Why we don’t just rent a car, make a good contract, and then running the cash flow of every sector in the country..

Cheers! No offence!

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.