Kota Tembilahan. sebuah kota yang cukup unik. Kita harus melewati sekitar 100 jembatan untuk mencapai kota itu dari jalan arteri yang menghubungkan Jambi ke Pekanbaru. Naek, turun, naek , turun, naek , turun. Kota Tembilahan terletak di koordinat pendekatan S0 19 35.3 E103 09 23.2. Kota ini merupakan ibukota kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau.

Berdasarkan website resminya http://www.inhil.go.id., sebelum zaman penjajahan terdapat empat kerajaan:1. Kerajaan Keritang, 2. Kerajaan Kemuning, 3. Kerajaan Batin Enam Suku dan 4. Kerajaan Indragiri. Daerah ini pernah dikuasai Belanda dan Jepang. Kayanya si Londo dan Si Jepun ini tertarik sekali, selain produksi ikannya melimpah, juga banyak kebun sawit dan kelapa. Air santan kara yang sering ditemukan di supermarket, katanya berasal dari sini (berdasarkan informasi penduduk setempat.

Setelah zaman kemerdakaan, dahulu kabupaten ini bersatu dengan indragiri hulu, namun sejak tahun 1965 berdasarkan UU no 6 tahun 1965, indragiri hilir menjadi sebuah kabupaten. Sebutan tenarnya biasanya disebut negeri sejuta kelapa.

Untuk menginap di kabupaten ini tidaklah sulit, bisa menginap di hotel indragiri pratama..dan yang saya rasakan di kota ini, aroma dan suasana pelabuhannya cukup kental. Banyak juga barang-barang aneh disini, mungkin kayanya barang-barang dari Batam. Dari tembilahan ke batam cukup naik speed boat dan membayar 250 ribu rupiah (informasi penduduk).

Di sebelah utara tembilahan terdapat kecamatan sungai guntung, tempat pabrian  kara yang tadi saya sebut. Kecamatan ini cukup unik, berjejer gedung-gedung 3 lantai yang notabene digunakan sarang walet. untuk ke sungai guntung dapat memakai speed boat dengan waktu tempuh sekitar 3 jam an.

kira-kira begitulah, punten ah…maklum lagi belajar menulis..semoga bermanfaat